karena hidup itu indah..

•November 9, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

DALAM DIRIKU
oleh: Sapardi Djoko Damono

dalam diriku mengalir
sungai panjang
darah namanya…

dalam diriku menggenang
telaga darah
sukma namanya…

dalam diriku meriak
gelombang suara
hidup namanya…

dan karena hidup itu indah
aku menangis sepuas-puasnya…

tasting-rain

note:
rein dan delapan musikalisasi hujan
[menangis sepuas-puasnya, karena hidupku sungguh indah..]

Sajak Kecil Tentang Cinta

•November 8, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

SAJAK KECIL TENTANG CINTA
oleh: Sapardi Djoko Damono

mencintai angin harus menjadi siut
mencintai air harus menjadi ricik
mencintai gunung harus menjadi terjal
mencintai api harus menjadi jilat
mencintai cakrawala harus menebas jarak
mencintaiMu harus menjadi aku

note:
di musikalisasi ke tujuh dan tak bisa kugambarkan CINTA itu..

hujan senandung dalam hutan

•November 7, 2009 • 1 Komentar

HUTAN KELABU
oleh: Sapardi Djoko Damono

kau pun kekasihku
langit di mana berakhir setiap pandangan
bermula kepedihan rindu itu
temaram kepadaku semata
memutih dari seribu warna
hujan senandung dalam hutan
lalu kelabu menabuh nyanyian

RainForestRoad

note:
enam rintik musikalisasi
[kutemui kekasihku hujan, bersenandung dalam hutan kelabu]

lalu desember..

•November 6, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

BUAT NING
oleh: Sapardi Djoko Damono

pasti datangkah semua yang ditunggu
detik-detik berjajar pada mistar yang panjang
barangkali tanpa salam terlebih dahulu

januari mengeras di tembok itu juga
lalu desember…
musim pun masak sebelum menyala cakrawala
tiba-tiba kita bergegas pada jemputan itu

die

note: segenggam sudah musikalisasi..
[apakah aku akan bergegas pada jemputan itu? tiba-tiba..]

Ketika Jari-jari Bunga Terluka

•November 5, 2009 • 1 Komentar

Ketika Jari-jari Bunga Terluka
oleh: Sapardi Djoko Damono

Ketika Jari-jari bunga terluka
mendadak terasa betapa sengit, cinta kita
cahaya bagai kabut, kabut cahaya
di langit menyisih awan hari ini
di bumi meriap sepi yang purba
ketika kemarau terasa ke bulu-bulu mata

suatu pagi, di sayap kupu-kupu
disayap warna, suara burung
di ranting-ranting cuaca
bulu-bulu cahaya
betapa parah cinta kita
mabuk berjalan diantara
jerit bunga-bunga rekah…

Ketika Jari-jari bunga terbuka
mendadak terasa betapa sengit, cinta kita
cahaya bagai kabut, kabut cahaya
di langit menyisih awan hari ini
di bumi meriap sepi yang purba
ketika kemarau terasa ke bulu-bulu mata

bunga terluka

note:
malam ini dengan musikalisasi ke empat
[hujan tiba-tiba turun, ingin hapus luka pada jari-jari bunga itu..]

HATIKU SELEMBAR DAUN

•November 4, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Hatiku Selembar Daun
oleh: Sapardi Djoko Damono

hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput;
nanti dulu, biarkan aku sejenak terbaring di sini;
ada yang masih ingin kupandang, yang selama ini senantiasa luput;
sesaat adalah abadi sebelum kausapu tamanmu setiap pagi.

Perahu Kertas
Kumpulan Sajak
1982

falling_leaf_by_eiran

 

note:
musikalisasi ketiga yang sampai ditelinga rein
[dan kulihat selembar daun itu jatuh.., seperti hatiku]

rain on the bus window

•November 3, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Dalam Bis
oleh: Sapardi Djoko Damono

langit di kaca jendela bergoyang

terarah ke mana wajah di kaca jendela

yang dahulu juga

mengecil dalam pesona

sebermula adalah kata

baru perjalanan dari kota ke kota

demikian cepat

kita pun terperanjat

waktu henti ia tiada…

rainonbuswindow

note:
musikalisasi kedua yang rein dengar hari ini
[lalu kubayangkan sebuah wajah di kaca jendela yang berkabut karena hujan..]

gadis kecil dan hujannya pak sapardi lagi..

•November 2, 2009 • & Komentar

Gadis Kecil
by : Sapardi Djoko Damono

ada gadis kecil diseberang gerimis
ditangan kanannya bergoyang payung
tangan kirinya mengibaskan air
dipinggir padang ada pohon dan seekor burung…

69111102_c355ee18b9

note: rein rindu pada pak sapardi lagi, kali ini pilih puisi yang ini.. kata bundo, gadis kecil itu kemungkinan adalah rein **pak sapardi berarti pernah lihat rein ya..? hmm,.. :D

sedang beralih: saat jernih antara tidur dan terjaga

•Agustus 12, 2009 • & Komentar

embusan angin di waktu fajar akan menceritakan rahasia kepadamu
janganlah tidur kembali
mintalah apa yang sunguh-sungguh kau inginkan
janganlah tidur kembali
orang-orang pergi dan kembali melalui ambang pintu
tempat dua dunia bersinggungan
pintu itu terbuka lebar
janganlah tidur kembali

[Jalaluddin Rumi, abad ketiga belas]

rein mencintai pagi, seperti rumi.. seperti kamu semua
hanya saja pagi ini rein sedikit marah pada diri sendiri, kemanakah perginya jernih itu?.. mengapa seolah semua dibawa pergi oleh elang bersayap cemerlang..

rein cemburu pada Ruth White yang lebih memahami kata-kata bijak rumi dan menjadikannya pijakan dari novel indah Rahasia Embusan Angin [Belle Prater's Boy] *kamu harus baca novel ini, harus..* :)

sama seperti rein cemburu pada Annemarie Schimmel, pecinta rumi lainnya.. pernah dikisahkan oleh Miranda Risang Ayu.. ditengah angin musim dingin yang menggigit, schimmel secara spontan mengawali kuliahnya dengan sebuah ayat Al-Qur’an yang berbunyi : “adapun Kaum Ad, maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi kencang..”

BAGAIMANA BISA..?!! sedangkan mengucapkan Bismillah di awal makan rein sering terlupa..

rein tahu, bahwa rumi akan berkata bahwa dia tak sembunyikan satupun dari rein.. bahwa dia sama terbukanya kepada rein seperti yang dia lakukan pada ruth white, pada schimmel, pada miranda dan pada semua elang bersayap cemerlang itu.. 

“bagaimana mungkin kau menuduhku sembunyi.. sedangkan semesta terbentang luas didepanmu, rein!” teriaknya agak kesal, pasti..

lalu rumi akan teruskan dengan sedikit menyindir.. bahwa pada kenyataanya sayap rein tak pernah dipakai terbang, bibir rein tak pernah mengeja kata, lengan rein tak pernah memeluk makna..

akhirnya rumi melenggang pergi dengan tak acuh.. sambil berkata bahwa bukan mata rein yang buta, tapi adalah hati yang didalam dada..

[,]

dan sekarang rein sedang beralih, saat jernih antara tidur dan terjaga.. terdengar suara dari jauh, sekawanan elang bersayap cemerlang terbang mendekati.. berjanji akan menemani..

janganlah tidur kembali.. 

***

note: gumam tak jelas ini dengan setengah mati dan agak setengah hati ditulis sebagai syarat agar bisa ikut kenduri di rumah pak lik guskar.. :P

CINTA

•Juli 4, 2009 • & Komentar

Cinta adalah sebuah samudra
yang kedalamannya tak terukur.

Cinta tak dapat ditemukan dalam belajar
ilmu pengetahuan, buku-buku dan
lembaran lembaran halaman

Apa pun yang engkau katakan atau
dengar tentang cinta itu adalah kulitnya.

Intisari cinta adalah misteri yang tak dapat kau buka!

[Jalaluddin Rumi]

owh! rein baru kenal kulitnya saja..

kemarin Paulo Coelho bilang pada rein bahwa semua kisah cinta adalah sama
hmm.., tentu saja ada yang istimewa, bila itu adalah kisah cinta bersama Sang Maha Cinta

maka.. saling mencintailah karena Allah SWT
Intisari Cinta itu sendiri.

**rein agak terdengar sok iye yaa.. ah, rein cuman mau nambahin yang punya Bundo.. :P