sedang beralih: saat jernih antara tidur dan terjaga
embusan angin di waktu fajar akan menceritakan rahasia kepadamu
janganlah tidur kembali
mintalah apa yang sunguh-sungguh kau inginkan
janganlah tidur kembali
orang-orang pergi dan kembali melalui ambang pintu
tempat dua dunia bersinggungan
pintu itu terbuka lebar
janganlah tidur kembali[Jalaluddin Rumi, abad ketiga belas]
rein mencintai pagi, seperti rumi.. seperti kamu semua
hanya saja pagi ini rein sedikit marah pada diri sendiri, kemanakah perginya jernih itu?.. mengapa seolah semua dibawa pergi oleh elang bersayap cemerlang..
rein cemburu pada Ruth White yang lebih memahami kata-kata bijak rumi dan menjadikannya pijakan dari novel indah Rahasia Embusan Angin [Belle Prater's Boy] *kamu harus baca novel ini, harus..*
sama seperti rein cemburu pada Annemarie Schimmel, pecinta rumi lainnya.. pernah dikisahkan oleh Miranda Risang Ayu.. ditengah angin musim dingin yang menggigit, schimmel secara spontan mengawali kuliahnya dengan sebuah ayat Al-Qur’an yang berbunyi : “adapun Kaum Ad, maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi kencang..”
BAGAIMANA BISA..?!! sedangkan mengucapkan Bismillah di awal makan rein sering terlupa..
rein tahu, bahwa rumi akan berkata bahwa dia tak sembunyikan satupun dari rein.. bahwa dia sama terbukanya kepada rein seperti yang dia lakukan pada ruth white, pada schimmel, pada miranda dan pada semua elang bersayap cemerlang itu..
“bagaimana mungkin kau menuduhku sembunyi.. sedangkan semesta terbentang luas didepanmu, rein!” teriaknya agak kesal, pasti..
lalu rumi akan teruskan dengan sedikit menyindir.. bahwa pada kenyataanya sayap rein tak pernah dipakai terbang, bibir rein tak pernah mengeja kata, lengan rein tak pernah memeluk makna..
akhirnya rumi melenggang pergi dengan tak acuh.. sambil berkata bahwa bukan mata rein yang buta, tapi adalah hati yang didalam dada..
[,]
dan sekarang rein sedang beralih, saat jernih antara tidur dan terjaga.. terdengar suara dari jauh, sekawanan elang bersayap cemerlang terbang mendekati.. berjanji akan menemani..
janganlah tidur kembali..
***
note: gumam tak jelas ini dengan setengah mati dan agak setengah hati ditulis sebagai syarat agar bisa ikut kenduri di rumah pak lik guskar..



pertamax dulu baru baca
BAGAIMANA BISA..?!! sedangkan mengucapkan Bismillah di awal makan rein sering terlupa..
wah, sama. Saya bismillah juga baru di sini
:
http://gaweanu.wordpress.com/2009/08/07/446/
wah, Jalaluddin Rumi, belum punya bukunya
jangan tidur kembali…
serrrrrrr.. rasanya nyaliku berdiri semua
terlalu sering tidur lagi seabis subuh
begitu meruginya aku
hikkss.. thanks atas warningnya
makaciy kunjungan mas denmas & mas elmoudy
maafkan rein belum bisa mengunjungi balik yaa..
rumi, jalaludin rumi, seorang sufi yang banyak dikagumi.
syair2nya memang indah, begitu menyentuh. seperti syair di atas juga.
seperti rasa terima kasih padaNya atas nyamuk yg Dia kirimkan jam 2 pagi…
rein lebih kagum lagi dengan kata” di syair mas riqih.., terimakasih kunjungannya, maaf rein jarang” BW.. karena banyak tugas sekolah. biar diwakilkan bundo saja yaaa..
blogwalking…
wah pencinta rumi ternyata
salam kenal…
Salam Takzim
Postingan yang menggelitik
senyum tulus untuk tulisannya…:)
saya pasti akan sering berkunjung ke sini..:)
jernih…
seulas senyum dari saya..:)
Rumi. salah satu tokoh yang saya kagumi dulu. puisi2nya benar2 menyentuh…
[kunjungan perdana bundo..]