Ketika Jari-jari Bunga Terluka

Ketika Jari-jari Bunga Terluka
oleh: Sapardi Djoko Damono

Ketika Jari-jari bunga terluka
mendadak terasa betapa sengit, cinta kita
cahaya bagai kabut, kabut cahaya
di langit menyisih awan hari ini
di bumi meriap sepi yang purba
ketika kemarau terasa ke bulu-bulu mata

suatu pagi, di sayap kupu-kupu
disayap warna, suara burung
di ranting-ranting cuaca
bulu-bulu cahaya
betapa parah cinta kita
mabuk berjalan diantara
jerit bunga-bunga rekah…

Ketika Jari-jari bunga terbuka
mendadak terasa betapa sengit, cinta kita
cahaya bagai kabut, kabut cahaya
di langit menyisih awan hari ini
di bumi meriap sepi yang purba
ketika kemarau terasa ke bulu-bulu mata

bunga terluka

note:
malam ini dengan musikalisasi ke empat
[hujan tiba-tiba turun, ingin hapus luka pada jari-jari bunga itu..]

~ oleh reinkhadija di/pada November 5, 2009.

Satu Tanggapan to “Ketika Jari-jari Bunga Terluka”

  1. adeh..sgt puitis

    pak sapardi memang puitis :)

Tinggalkan Balasan